Details
Di era digital abad ke-21, segala aktivitas menuntut kecepatan dan efisiensi. Kehadiran barcode dan QR code menjadi solusi praktis yang mendukung kebutuhan tersebut. Keduanya kini dapat ditemukan di berbagai sektor kehidupan. Serupa namun tidak sama, mereka memiliki banyak perbedaan. Namun masih banyak yang belum mengetahui apa bedanya barcode dan QR code.
Ternyata kedua hal tersebut memiliki banyak perbedaan yang cukup signifikan. Baik dari segi kapasitas penyimpanan, bentuk kode, dan cara kerjanya. Pada artikel ini kami akan menjabarkan apa saja sih perbedaan dari barcode dan qr code. Serta bagaimana sablon kemasan menjadi pilihan terbaik untuk pengaplikasian desain barcode dan qr code. Berikut beberapa perbedaanya.
Pengertian Barcode dan QR Code
Barcode merupakan kode bar dengan desain atau bentuk persegi panjang dengan variasi lebar yang berbeda-beda. Barcode termasuk dalam teknologi 1 dimensi (1D) dan biasanya hanya berisi informasi sederhana seperti angka produk atau kode SKU. Dalam kode bar ini, menyimpan banyak informasi seperti seri, harga, jumlah, dan lainnya. Barcode banyak dapat kita temukan di produk makanan, minuman, obat-obatan, buku, produk skincare, dan masih banyak lagi.
Berbeda dari barcode, QR code (Quick Response code) memiliki bentuk persegi yang terdiri dari kotak-kotak kecil yang membentuk pola unik. QR code termasuk dalam teknologi 2 dimensi (2D), memungkinkan untuk menyimpan informasi yang jauh lebih kompleks dibanding barcode biasa. Umumnya menyimpan data pada media online, bahkan dapat untuk memindai koneksi wifi tanpa harus memasukkan password.
Kapasitas penyimpanan
Barcode (sumber: freepik.com)
Barcode memiliki keterbatasan dalam jumlah karakter yang dapat disimpan. Berdasarkan informasi Gopay, biasanya hanya sekitar 20–25 karakter berupa angka atau huruf. Informasi ini cukup untuk menyimpan ID produk atau harga.
QR Code (sumber: freepik.com)
Sebaliknya, Menurut Gopay QR code dapat menyimpan hingga 7.000+ karakter, termasuk angka, huruf, simbol, bahkan URL atau file digital. Oleh karena itu, QR code sangat populer dalam dunia digital marketing dan transaksi online, seperti QRIS di Indonesia.
Cara pemindaian
Barcode harus dipindai secara horizontal menggunakan scanner khusus yang dapat membaca garis vertikal. Proses pembacaannya relatif terbatas pada perangkat tertentu.
Sementara QR code bisa dipindai dengan kamera atau aplikasi dari handphone atau QR scanner biasa, dari berbagai sudut sekalipun. Ini membuatnya lebih fleksibel untuk digunakan di banyak platform dan situasi. Kecepatan pemindaian QR code lebih tinggi dibandingkan barcode, karena QR code dapat terbaca dengan cepat tanpa harus sejajar atau tepat pada posisi tertentu.
Ketahanan terhadap Kerusakan
Baik barcode maupun QR code cenderung kurang tahan terhadap kerusakan fisik. QR code memiliki sistem error correction yang memungkinkan kode tetap terbaca meskipun sebagian rusak, tergores, atau tertutup. Sedangkan barcode cenderung gagal terbaca jika terjadi kerusakan fisik pada garis-garisnya. Hal ini tentu dapat mengganggu kelancaran proses operasional, terutama saat digunakan dalam kegiatan logistik, penjualan, atau pengecekan produk secara cepat.
Untuk mengatasi masalah tersebut, penting bagi pelaku usaha menggunakan metode pencetakan yang tahan lama dan tidak mudah rusak. Salah satunya adalah dengan menggunakan jasa sablon berkualitas tinggi dari rajawalimall.com. Dengan teknologi sablon yang presisi dan tinta tahan lama, barcode maupun QR code pada kemasan produk akan tetap terbaca meski terkena gesekan, air, atau suhu ekstrem.
QR Code pada botol plastik keyslim (sumber: Penulis)
Jasa sablon dari rajawalimall.com menawarkan hasil cetak yang tajam, tidak mudah luntur, dan melekat kuat pada berbagai jenis permukaan. Baik plastik, kaca, karet maupun logam. Dengan demikian, kode identifikasi pada produk akan tetap optimal terbaca selama proses distribusi, penyimpanan, hingga sampai ke tangan konsumen.
Jadi, itulah beberapa perbedaan Barcode dan QR code. Meskipun barcode dan QR code memiliki fungsi utama yang serupa sebagai alat pengkodean data, perbedaan teknologi dan kapasitas informasi menjadikan QR code lebih unggul untuk kebutuhan modern dan digital. Sementara barcode tetap relevan di sektor ritel tradisional, QR code lebih banyak digunakan untuk interaksi digital dan layanan berbasis mobile.

